Click 'Connect with Facebook' to join NetworkedBlogs. NetworkedBlogs is a community of bloggers and blog lovers. Join the fun, add your blog, and connect with others who read and write about subjects you like.
| Blog Name: |
Gunawan Rudy |
| Url: |
http://gunawanrudy.com |
| Language: |
Indonesian |
| Topics: |
politic, social, culture |
| Description: |
A weblog of Gunawan Rudy: freelance web-designer and writer-wannabe. He talks too much about politic, belief, adventure, philosophy, literature, and design. |
| Popularity: |
30 Followers |
Tentang Pengorbanan
Pada suku-suku di Pegunungan Tengah Papua–seperti suku Dani, Yali, dan lain-lain–mengorbankan anggota tubuh ketika ada angota famili yang meninggal dunia adalah sebuah tradisi yang dipertahankan beratus-ratus tahun lamanya. Pengorbanan ini biasanya berupa pemotongan jari. Potong jari ini hanya dilakukan jika famili terdekat seperti suami, istri, ayah, ibu, anak, atau saudara kandung meninggal dunia.
“Wene opakima dapulik welaikarek mekehasik.”
Pedoman dasar hidup bersama dalam satu keluarga, satu fam/marga, satu honai (rumah), satu suku, satu leluhur, satu bahasa, satu sejarah/asal-mua
Ke-XVII
Hari ini kamu [resmi] menapaki dies natalis ke-XVII dalam hidupmu.
Seberapa kali aku ingat akan kamu, aku ucapkan syukur kepada Tuhanku. Di dalam tiap-tiap doaku senantiasalah aku mendoakan kamu sekalian dengan sukacita. (Filipi 1:3-4, TL)
Memang, kali ini tanpa kehadiranku. Dan nyatanya tak ada lagi yang bisa kupersembahkan padamu, kecuali surat pertama, wayang, foto pertemuan awal, doa di atas, dan sesuatu itu…
Selamat ul
Bahasa Nasional[is] dan Kebudayaan
Momen yang disebut sebagai “Sumpah Pemuda” memang telah lewat. Ada hal yang menarik terkait dengan momen tersebut, sebagaimana adanya dengan fenomena-fenomena mutakhir: tak lain ialah bahasa.
Momen “Sumpah Pemuda” menyinggung bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, selain menyoal bangsa dan tanahair yang satu. Momen tersebut tahun ini sedikit-banyak mengangkat persoalan bahasa terkait dengan “sengketa kebudayaan” antara Indonesia dan Malaysia, fenomena “bahasa alay” di kalangan generasi internet, serta “bahasa gado-gado” yang memakai berbagai macam bahasa dalam satu kalimat (seringkali m
Bahasa Nasional[is] dan Kebudayaan
Momen yang disebut sebagai “Sumpah Pemuda” memang telah lewat. Ada hal yang menarik terkait dengan momen tersebut, sebagaimana adanya dengan fenomena-fenomena mutakhir: tak lain ialah bahasa.
Momen “Sumpah Pemuda” menyinggung bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, selain menyoal bangsa dan tanahair yang satu. Momen tersebut tahun ini sedikit-banyak mengangkat persoalan bahasa terkait dengan “sengketa kebudayaan” antara Indonesia dan Malaysia, fenomena “bahasa alay” di kalangan generasi internet, serta “bahasa gado-gado” yang memakai berbagai macam bahasa dalam satu kalimat (seringkali m
Langkah, lagiā¦
Ah, mana bangga kau di atas sana! Dua tahun kau pergi, harapanmu jauh dari kenyataan, keturunanmu ini kuliahnya tidak beres-beres juga. Ujarmu dulu, lulus cepat–kurang dari empat tahun, cari pekerjaan yang layak dan menghasilkan, serta [calon] istri yang setia. Nyatanya jauh, bung!
Hal terakhir yang kita sepakati hanya satu: penyakit yang sama.
Mari bersulang.
- PMII Komisariat Al-Ghazali Unnes
politic, religion, culture
- Radhar Web
magic, politic, culture
- ilalang.al.haidar
IT, motivation, culture
- The Noble Words between Law, Justice and Prosperity
Law, Politic, Economy
- waktu|SENGGANG
note, politic, social
Questions? contact: networkedblogs@ninua.com
Copyright (C) 2008, Ninua, Inc.