You're new here, aren't you?
Click Connect with Facebook to join NetworkedBlogs. NetworkedBlogs is a community of bloggers and blog lovers. Join the fun, add your blog, and connect with others who read and write about subjects you like.
MASTURBASI INTELEKTUAL
Gejala ke arah masturbasi intelektual tampak nyata pada dirimu, Kawan. Engkau yang tak hendak kusebut namamu dalam catatan ringkasku ini. Celoteh-celoteh yang seakan hendak membungkam rasa gelisah yang tak kutau pasti pangkal maupun ujungnya itu. Seakan tengah mencari-cari argumen untuk menguat-nguatkan diri yang tampak lapuk dipermainkan cuaca, tampak rapuh didera palu kehidupan.
Aku pernah sepertimu. Lari dari pokok persoalan. Ke rimba raya celoteh. Bermasturbasi dengan keliaran pikiran. Keluar masuk lorong-lorong kumuh, sebelum terbirit-birit ke rimba raya. Lalu disitu, bak seorang begawan bijak, engkau bertapa. Mengasing dari keriuhan hidup. Bahkan mengasing dari di
Sebuah Nama dalam Doa Malamku
Ingin kupejamkan mataku,
Bersama alunan rerintik gerimis dini hari ini,
Saat ingatku akanmu menggelitik pelupuk mataku,
Saat ingatku akanmu menjalari rongga-rongga kepalaku…
Ingin kurebahkan kepalaku,
Di atas tumpukan lelah yang menggumpal,
Ketika bayangmu menyeruak ke alam sadarku,
Dan aneka imaji berseliweran di depan mataku…
Bismillaaah…
Lewat doa selepas sujud malamku,
Kuselipkan namamu di antara doa-doa harapan
Aaamiiin yaa robbal ‘aalamiiin…
Kisaran
Sindiran Untuk Para Suami
Kalaulah kutitipkan ia pada malam,
ia kan tenggelam dalam kegelapan.
Menjadi hitam.
Membaur dengan yang hitam.
Yang gelap.
Tak bergaris tepi.
Apalagi bentuk lagi.
Kalaulah ia kuamanatkan pada siang,
ia kan gosong dipanggang matahari.
Hangus.
Tanpa debu dan arang.
Jangankan bentuk dan rupa.
Kalaulah aku harus menjaganya saban waktu,
terus terang,
tentulah aku tak sanggup.
Menjaga diriku sendiri pun aku ngos-ngosan.
Konon lagi menjaganya saban waktu?
Kalau diusut-usut dengan paksaan,
bisa-bisa aku dicap berhala oleh Pak Kiai
kalau sampai nekat aku gagah-gagahan
SAPUTRO BADAI
Saputro Badai namanya. Lahir di tengah-tengah badai besar yang melanda negerinya. Bukan badai sembarang badai. Badai yang tak hanya sekedar menyapu bersih hadats, khubts dan najis-najis duniawi. Bukan pula badai yang hanya membawa ajal yang ditakdirkan si empunya kemahakuasaan, lantas menyisakan bau bangkai dan jejak-jejak peradaban, disela salak anjing dan puing-puing bangunan.
Badai besar yang melanda negerinya adalah badai aqidah yang tak hanya menggelisahkan dan tak hanya memiriskan. Yang memporak-porandakan fondasi keimanan manusia yang dihantamnya. Yang tak berakhir dalam sebuah judul drama kematian. Ajal yang menyertai badai ini, dalam kondisi dosis punc
Mencari Kedamaian Batin
*********
*********
*********
Hanya aku sendiri di sini. Melalui detik-detik di bawah teduh atap kamar dari sengatan bisa dunia. Suara-suara yang hilir mudik di jalanan berdebu sana, tak sampai menembus dinding kaku kamarku. Umpatan dan makian dari majelis pengumpat dan pemaki, juga tak hinggap barang sekejap sepotong muqoddimah-nya pun ke sini. Aku disini, sendiri memaknai waktu. Dengan caraku, juga gayaku.
Hanya suara-suara yang terekam dalam memori sadarku, antara yang nyata dan imaji, sambar menyambar. Debat-debat pemikiran yang sungguh melelahkan itu. Bantah-bantahan yang tak kunjung usai itu. Genderang perang yang bert
Not enough data.
Calculated for blogs with 20+ followers.
- LDII Banten Blog
LDII Banten, Islam, ormas
- imanyres
islam, agama, indonesia
- Indonesian Youth Conference
Indonesia, Youth, Future
- dan hanya sebuah goresan
pemikiran, sudut pandang, jalur hidup
- Fatmawiyah.web.id
personal blog, indonesia, blog
Questions? contact: networkedblogs@ninua.com
Copyright (C) 2008, Ninua, Inc.