Click 'Connect with Facebook' to join NetworkedBlogs. NetworkedBlogs is a community of bloggers and blog lovers. Join the fun, add your blog, and connect with others who read and write about subjects you like.
jalan merah serigala gundah
mungkin saja,
bercakmu terkelupas saat embun jatuh
tetes tetes elegi bening membasuh darah di bekas tapakmu
dan segera kering menjadi noda saat matari pongah tak peduli kesah dan aduh di setiap uap..
mungkin saja,
merah darah yang tercecer disetiap jejakmu menggambarkan kerakusanmu akan nafsu
angkara kundalini yang bersemanyam dalam raga ringkih
dan tergambar nyalang dalam seringaimu, mungkin juga di aku.
mungkin saja,
seringaimu tak sehitam empat jam lalu
saat kau menerkam kelinci binal yang masih saja gatal berkelakar diluar kamar
sedang kelelawar saja tahu kapan terbang, kapan mendengkur.
mungkin saj
andai saja [2]
entah..
harus dengan pensil, atau pena.
dipahat, atau digambar dengan cat warna warni.
atau malah ku simpan saja?
rapi
tak ada ragu
mungkin saja aku yang bisu
kelu
saat ingin mengucap sesuatu tentangmu.
biar kusimpan saja
kunikmati sendiri hingga
kau bisa membongkar hatiku,
lagi dan lagi
dan menemukan namamu subur tumbuh disana..
aku mungkin sepi
dan kau pun terasa sendiri
aku saja yang terlalu picik menikmati
setiap rasa mengalir ini
ah, andai ku bisa menerjemahkan setiap detak
andai saja ku dapat melukis setiap gejolak
andai saja bisa memeta setiap warna
siang terik
angin ini semilir
berhembus konstan dari jendela coklat berkaca gelap
tetap saja gerah
apa harusku telanjang?
sedang menyelam di lubuk dalam
pun takut tenggelam
kemanakah renai?
rinduku pada bulirnya melambai
kupu-kupu origami berputar ditempa lampu redup kamar
membentuk siluet terpantul ditepian sarang laba-laba nakal
di seutas benang mereka riang
sedang yang bebas tak bisa melayang
cih! senja.. senja!
berapa banyak keringat tertetes untuk sampai padamu?
dan mati di pagi terlalu sayang di jumpai
lihat berapa bnyk yg bertahan tuk mengucap selamat tinggal pada raja siang
sesampai
katakan saja
belenggu kaku,
tentang galau akan rindu .
Dulu secuil, kini menjamah darah.
Mengurat, mengalir, memerah.
Nadamu kelu
terucap satu satu,
kau terpaku.
aku bisu.
Kenapa tak kau sibak saja renjana timur?
timbang mendengkur.
biarkan pengap menggelap,
semakin kalap?
Ah, andai saja marsoninna meluruhkan semua daun.
dan ranting-ranting telanjang kepanasan melamun.
kau malu, aku mau.
ingin kuloncati saja pulau-pulau..
melepas hasrat yang tertunda 3 musim..
Marlboro 18 B, 20 Oktober 2009
11:11 +8 GMT
pagi biru
langit biru
sepoi angin tajam
matari sungsang
lembut kabut
runtuh
aku tertelan
gundah
serapah
kegerahan di pagi
Posted in It ends tonight
Questions? contact: networkedblogs@ninua.com
Copyright (C) 2008, Ninua, Inc.